Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Rindu saja..

Gambar
Rindu saja, sesukamu. Ingat sesukamu. Rindu saja, toh rindu adalah sebuah rutinitas tak berbayar. Rindu saja, kita berhak merindu. Rindu saja, rindu yang memiliki persamaan kata dengan 'kangen' tak mengharuskanmu untuk berjumpa. Rindu saja, karena hati punya ruang untuk merindu apa yang mau ia rindu. Rindu saja, bahkan anak bayi saja lebih sering merasakan rindu dengan Ibunya, meski hanya ditinggal mencuci baju. Rindu saja, biar yang kau rindu di Sabang dan kau di Merauke. Untuk itu semua, kupilih kau saja sebagai rinduku. Jangan tanya alasan. Aku enggan beralasan untuk sebuah rindu. Selagi itu merindukanmu aku tak pernah merugi, tak pernah merasa membayar, tak pernah dituntut. Toh meski tak berbalas rindu tetaplah rindu, ia tak pernah bersalah. Mungkin aku yang sedang keliru merindui seseorang yang aku rindu. Salam Pena Bersayap

[Resensi Buku] Asmaradana

Gambar
Judul : Asmaradana [Ketika Semesta Cinta Menyala] Penulis : Rifaroa dan Parmatos Tahun : 2018 Jumlah hal: 107 hl "Aku selalu percaya bahwa buah kesabaran begitu manis. Ibarat orang puasa yang menahan dahaga dan lapar sejak gelap hingga petang menjelang. Semakin panjang kesabaran, maka indahnya ganjaran menjadi keniscahyaan."~ Rifaroa "Menganalmu melalui tulisan artinya mengenalmu dari sisi pemikiranmu. Mengenalmu dengan cara memahami bagaimana kau memandang kehidupan, itu seru dan aku bersyukur. Maka setelah ini, akan kusampaikan permintaanku yang kedua." Bolehkah aku untuk terus mengenalmu?" ~Parmantos "Kamu datang disaat bentengku sedang tumbuh meninggi dan menebal. Kamu menawarkan romansa sehidup semati, sedang aku masih menimbang:mestikah aku membangun jembatan atau bentengku kupertebal? ~Rifaroa "Akan tiba saatnya aku yang baru dalam kehidupamu ini, duduk tepat di depan ayahmu. BAPAK- begitu kau memanggilnya. Seseorang yang menjadi cinta pertamam...

Kita adalah KITA

Gambar
Sumber Pic: Pinterest Izinkan aku bersajak untukmu. Maukah kau mendengarkan sedikit sajakku ini. Sedikit saja, jika nanti terlampau banyak jangan salahkan aku ya. Karena, saat aku menuliskan apa pun tentangmu, semua terasa begitu luas. Bagaimana, kau sudah siap? O iya, kuberitahu. Aku sedang menyelesaikan buku bacaan yang cukup berat judulnya Instanbul (Orhan Pamuk) baru sampai halaman 60. Novel terjemahan memang menguras sedikit tenaga. Jadi kau penasaran sajak apa yang ingin kutulis? Baiklah. Kau tahu, kau adalah diam-diamku yang kutatap dari jendela kamar. Kau pasti menyangkal, kitakan bukan tetangga. Ya, betul sekali. Tapi saat pertamakali kubuka jendelaku setiap pagi, aroma parfummu begitu khas terasa. Kau yang tak beraniku mimpikan tak pula berani kuharapkan. Lalu? Karena keduanya akan begitu menyakitkan. Kau kepasrahanku pada semesta, meski setengah mati aku menepis segala mimpi dan harap tentangmu Perbincangan panjang, cara bicara segalanya terekam rapi. Ah, kita bukan kisah La...

Perbedaan

Gambar
Pic:Pinterest Kota masih terdengar ramai, hiruk pikuk baru saja dimulai. Padahal jam sudah menunjukan pukul 23.00 malam. Kota ini memang begitu, keramaian selalu dimulai sejak pukul 23.00 malam. Orang-orang bekerja, sekolah dan kegiatan lainnya dimulai pada tengah malam. "Di sini aneh." Ujarku padamu "Ha-ha apa yang aneh?" kau justru balik bertanya dengan tatapan lucu. "Kau tidak sedang membawaku ke tempat yang aneh bukan?" aku bertanya lagi memasang wajah tak percaya. "Tidak. Ini bukan tempat yang aneh. Ini hanya sementara." Jawabmu. "Setelah ini kita akan pergi lagi?" Tanyaku. "Iya, kita akan bertemu banyak hal lagi setelah ini. Kadang kita perlu belajar dari sudut kota dengan segala hiruk pikuknya. Sama halnya dengan kita belajar banyak hal tentang setiap isi kepala manusia. Itu artinya perbedaan." Jelasmu. "Kau masih ingat ketika kau menangis sejadi-jadinya karena ucapan adikku?" Kau bertanya lembut. "Iya, m...

Bumi dan Kita

Gambar
Pic: Pinterest Bumi ini ibarat sebuah sekolah, kita adalah murid dan seluruh yang di bumi adalah guru. Kadang kita menjadi guru, kadang kita menjadi murid. Sebagaimana dalam kitab ta'lim Muta'alim kita harus menghormati guru dan menjaga sekolah kita. Begitu pula di bumi ini, kita harus menghormati satu sama lain sebagai guru dan murid serta menjaga bumi yang kita pijaki. Beberapa hari ini, berita kabut yang terjadi di kota provinsiku Pontianak semakin marak. Di tambah pula air sungai kapuas semakin surut serta mengeluhya masyarakat akan keringnya sumur dan rasa air yang asin. Tak hanya itu, salah satu daerah di Indonesia sedang dilanda gempa. Lombok. Kerap kali aku bertanya pada salah satu sahabatku, bagaimana keadaan mereka sekeluarga dan dia selalu menjawab "kami trauma." Bumi ini perlu dijaga dan dihormati. Siapa lagi kalau bukan kita penghuninya. Kita banyak belajar di bumi ini, suka, duka, air mata, dan tawa telah terjadi di bumi ini. Proses hidup yang terjadi, t...

Nasehat Bapak

Gambar
Kepasrahan kita sudah barang tentu hanya diperuntutkan pada Allah (Bapak) Aku dan Bapak sama-sama suka air sari kedelai. Bedanya lagi Bapak lebih suka kopi dan aku lebih suka teh. Bapak paling takut dengan ketinggian, tapi beda denganku. Aku berani manjat pohon tinggi dan kemudian terjun bebas ke sungai. Bapak lebih suka membahas masalah politik, dan aku lebih dengerin Bapak bilang "Mahasiswa kok nggak tahu isu ini itu." Itu dulu pas zaman masih kuliah tiap kali Bapak telpon yang ditanya isu terbaru. Aku cuma jawab "Belum baca." sambil ketawa. Sabtu pekan lalu, Bapak harus rawat inap di rumah sakit. Bermula dari telpon dipagi hari dari Bapak yang membuatku kebingungan sendiri. Suara di ujung telpon menggambarkan kesakitan yang luar biasa. Tak ada lain dipikiranku, hanya bagaimana cara cepat untuk bisa sampai ke lokasi menjemput Bapak. Itu pertama kalinya, aku merasakan sesak luar biasa. Menatap Bapak kesakitan dan aku hanya bisa berbuat semampuku. Padahal dulu sekal...

Melawan Diri Sendiri

Gambar
Tulisan pertamaku di tanggal 20 ini, ditulis pas lagi nunggu motor dicuci bersih. Hawa panas dan debu di kota Sintang, membuat motor bisa dibuat 'tayammum' berdebu. Sambil duduk menunggu aku teringat setahun belakangan ini tentang segala hal yang terjadi. Ada suka, duka, tangis, tawa serta paket komplit lainnya. Tadinya di awal-awal tahun, banyak sekali hal-hal yang ingin dilakukan tapi makin ke sini, makin lupa diri, lebih nurut dengan si 'nanti' akhirnya kalah dengan diri sendiri. Melawan diri sendiri itu memang paling susah, beda sama ngelawan orang. Asli beda banget. Makanya, lewat 'Melawan Diri Sendiri' ini aku ngajak diriku sendiri buat konsisten nulis. Malas nulis, bagiku sama artinya malas baca. Malas baca buku, baca jurnal, baca novel dan baca kehidupan. Nah, buat teman-teman yang mau 'Melawan Diri Sendiri' bisa ikutan nulis di blog, instagram, facebook (Jangan lupa Tag aku ya!) kita akan berbagi cerita. Udah dulu, motor udah bersih saatnya gant...