Bumi dan Kita



Pic: Pinterest

Bumi ini ibarat sebuah sekolah, kita adalah murid dan seluruh yang di bumi adalah guru. Kadang kita menjadi guru, kadang kita menjadi murid.

Sebagaimana dalam kitab ta'lim Muta'alim kita harus menghormati guru dan menjaga sekolah kita. Begitu pula di bumi ini, kita harus menghormati satu sama lain sebagai guru dan murid serta menjaga bumi yang kita pijaki.

Beberapa hari ini, berita kabut yang terjadi di kota provinsiku Pontianak semakin marak. Di tambah pula air sungai kapuas semakin surut serta mengeluhya masyarakat akan keringnya sumur dan rasa air yang asin.

Tak hanya itu, salah satu daerah di Indonesia sedang dilanda gempa. Lombok.

Kerap kali aku bertanya pada salah satu sahabatku, bagaimana keadaan mereka sekeluarga dan dia selalu menjawab "kami trauma."

Bumi ini perlu dijaga dan dihormati. Siapa lagi kalau bukan kita penghuninya. Kita banyak belajar di bumi ini, suka, duka, air mata, dan tawa telah terjadi di bumi ini.

Proses hidup yang terjadi, terjadi begitu saja di atas bumi yang kita pijaki. Mungkin hari ini bumi sedang memberi materi ujiannya pada kita sebagai manusia untuk menaikan level kita sebagai murid. Untuk mengajarkan kita bagaimana menjadi manusia manusia yang kuat, manusia yang tabah dan sabar.

Semoga setelah ujian ini berlalu, kita akan mengevaluasi masing masing tingkat kesalahan kita, agar bisa terus berbenah.

Tulisan singkat ini aku dedikasikan untuk saudara-saudaraku di Lombok, Pontianak dan yang sedang mengalami banyak ujian. Semoga kita terus kuat.

Salam manis

Pena Bersayap

Hani Septiana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mother's Day is Everyday

Yuk Gabung Komunitas Ikatan Kata

Terimakasih Malang