Perbedaan

Pic:Pinterest
Kota masih terdengar ramai, hiruk pikuk baru saja dimulai. Padahal jam sudah menunjukan pukul 23.00 malam. Kota ini memang begitu, keramaian selalu dimulai sejak pukul 23.00 malam. Orang-orang bekerja, sekolah dan kegiatan lainnya dimulai pada tengah malam.
"Di sini aneh." Ujarku padamu
"Ha-ha apa yang aneh?" kau justru balik bertanya dengan tatapan lucu.
"Kau tidak sedang membawaku ke tempat yang aneh bukan?" aku bertanya lagi memasang wajah tak percaya.
"Tidak. Ini bukan tempat yang aneh. Ini hanya sementara." Jawabmu.
"Setelah ini kita akan pergi lagi?" Tanyaku.
"Iya, kita akan bertemu banyak hal lagi setelah ini. Kadang kita perlu belajar dari sudut kota dengan segala hiruk pikuknya. Sama halnya dengan kita belajar banyak hal tentang setiap isi kepala manusia. Itu artinya perbedaan." Jelasmu.
"Kau masih ingat ketika kau menangis sejadi-jadinya karena ucapan adikku?" Kau bertanya lembut.
"Iya, masih."Aku menjawab pelan dan masih mulai mencerna.
"Atau kau masih ingat bagaimana ekspresi ketika pulang kerja dan kemudian ditodong banyak pertanyaan dari Ibumu?" kau kembali bertanya lembut
"Iya, aku masih ingat." jawabku.
"Rindu, lihat aku!Jangan sedih lagi, aku sengaja membawamu ke sini, mengajak kita melihat banyak perbedaan, belajar menjadi orang baru di sini. Kita tidak hidup sendiri, ada hati oranglain yang harus kita lihat." Kata-katamu membuatku semakin terisak.
Aku tahu, tak mudah hidup dalam kehidupan yang seluruh isi kepalanya tak pernah ku fahami sebelumnya. Tangisku menjadi-jadi. Pelukanmu semakin kuat.
" Terimakasih untuk pelajaran ini. "Ucap ku berbisik sambil menahan air mata.
" Tak apa, ini dunia kita Rindu. Kita yang menjalani, kita yang belajar, kita yang mengahadapi. Ayo sama-sama memahami. " Kau menggenggam tanganku erat.
Kota semakin ramai, bulan berlalu, matahari tiba, sinar merambah dan kota mulai sunyi. Dan kita kembali memahami.
Salam
Pena Bersayap
Komentar
Posting Komentar