Layar handphone nokia N15 ku masih menyala. Pesan singkat itu masih belum ku keluarkan ke menu awal. Mataku mulai berkaca-kaca, hawa dingin di luar sana menambah beku di hatiku. 24 jam yang lalu kami masih baik-baik saja, percakapan masih mengalir hangat dari pesan yang terkirim lewat surel selepas shalat isya waktu Istanbul. “Apa kau sehat di Istanbul Raina?” Notifikasi pesan darinya menghiasi layar handphone tua milikku. “ Yeah, Im oke here. Kamu gimana di sana?” Aku membalas dengan cepat pesan singkat darinya. “ Sorry, sudah hampir 5 bulan ini nggak berkabar. Im busy Rai.” Iya kembali membalas pesanku. “ Ah nggak apa. O iya, lusa aku pulang. Urusan di sini sudah selesai.” Aku tersenyum meletakan handphoneku di atas meja. Ku tunggu bermenit-menit belum juga ada balasan hingga aku terlelap di atas sajadah dan baru tersadar mendekati subuh. Usai shalat subuh aku buru-buru meraih handphone yang tergeletak di atas meja, aku sudah tak sabar ingin membaca pesan darinya. “ Raina, aku m...