Bagian dari sebuah buku (1)~ Hijrah Ekstrim

Pic: Kamera diri sendiri
Judul :Hijrah Ekstrim
Penulis :Mirani Mauliza
Sebenarnya ini bukan resensi buku, sekedar review buku yang minggu lalu sempat aku baca dan pinjam di @planetilmu. Buku dengan Co writer Sofie Beatrix dan Febrianti Almeera ini diangkat dari kisah nyata.
Pertama baca, aku sedikit merasa bosan. Tapi karena tanggung jawab menuntaskan bacaan akhirnya aku lanjutkan halaman perhalaman dan diluar dugaan aku semakin penasaran. (Yang ini, masih beratan baca buku terjemahan 😂).
Alhasil buku terselesaikan. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan hidup seorang Mirani. Pesan-pesan yang disampaikan begitu luar biasa. Beberapa yang bisa aku petik :
1. Setelah baca, aku manggut manggut mikir. Iya, hidup ini selalu ada feedback. Apa yang kita lakukan akan selalu kita tuai. Baik ya nuainya baik, begitu sebaliknya.
2. Penerimaan. Yah lagi lagi penerimaan. Perjalanan kisah cinta Mauliza mengabarkan bahwa penerimaan itu penting. Kalau tidak sabar dan tulus, mana bisa. Di buku dijelaskan bahwa Mauliza menerima pinangan suaminya dalam posisi sedang dilema antara masalalu. Yah, Yang tepat memang akan datang tepat waktu tidak akan terlambat.
3. Keberanian, dibuku diceritakan bagaimana keberanian mereka melewati segala perkara dan cobaan.
4. Istiqomah. Ini penting. Sedikit kalau istiqomah jauh lebih baik.
...........
Kalau kemarau adalah kesedihan dan hujan adalah kebahagian maka kita perlu keduanya untuk bisa melihat pelangi (Mirani's Father in-law)
Kadang-kadang kalau kepingin menang sendiri, aku jadi ingat kata seorang teman saat adu pendapat. Dia bilang 'Mungkin saya yang kurang baca'. Terus aku mikir, bacaan diakan tebal tebal, masa masih kurang?
Membaca akhirnya bukan hanya tentang buku, tapi juga perjalanan hidup oranglain. Selamat membaca sebagai perintah Tuhan.
NB: yang mau pinjam-pinjam buku bisa lihat review nya di @sayuerni
.
Regard
HS
Komentar
Posting Komentar