Arti Bertahan



Pada akhirnya yang terlihat bahagia belum tentu sebahagia yang terlihat, begitu sebaliknya.

Sore itu jam menunjukan pukul 16.00, aku menyempatkan diri berkunjung ke Perpustakaan kampus tempat kubekerja. Tiba-tiba ada seorang mahasiswa bertanya perihal dosen padaku. Setelah ku jawab akhirnya, pelan-pelan kubuka obrolan.

"Bapak, asli Kalimantan?" Tanyaku. Memanggil mahasiswa di tempatku bekerja dengan sebutan Bapak, sangat lah lumrah karena beberapa usia jauh sekali di atasku.

"Bukan bu, saya aslinya Jawa Barat." Beliau menjawab

"Jauh ya pak, gimana bisa sampai Kalimantan, transmigrasi atau gimana" Entahlah, tapi kali ini pertanyaan kepoku mulai keluar

"Bukan, niatnya nyari kerja."Beliau menjawab dan menjelaskan kenapa akhirnya bisa sampai ke Kalimantan.

Waktu itu, aku tidak begitu ingat tahun berapa beliau pergi ke kota khatulistiwa ini, yang pasti aku SD waktu itu. Bapak ini, dulu pernah jadi pengusaha bakso saat masih di Jawa Barat, punya banyak gerobak bakso dengan beberapa pegawai. Bahkan beliau sudah mampu beli motor dua buah dengan cash.

Kebahagiaan tak berlangsung lama, suatu hari saat akan pergi keluar terjadilah kecelakaan dan korbanya anak pejabat daerah. Bisa dibayangkan, beliau harus mengganti rugi semuanya hingga seluruh gerobak dijual.

Beliau juga pernah ikut proyek pembuatan rumah untuk korban bencana Aceh saat itu. Dan sempat tidak dibayar oleh bosnya hingga akhirnya beliau kelaparan dan apa yang dilakukan beliau di luar dugaan. Beliau meminta makan dengan dua orang suami istri yang kebetulan satu mobil dengan beliau.

Barulah kemudian, beliau diberitahu bahwa jika ingin merantau pergilah ke Kalimantan (Orang di sana punya sebutan sendiri, dan aku benar benar lupa). Dan akhirnya beliau berangkat sendiri. Sendiri untuk ukuran laki laki itu sebuah keharus menurutku tapi anehnya Bapak ini tak punya tujuan, hanya ingin ke Kalimantan. Saat itu, tiket pesawat mungkin tak banyak promo seperti sekarang , kapal laut adalah solusi paling ampuh untuk berkunjung antar pulau.

Di Kapal laut inilah kisah baru kembali dimulai. Beliau ini bertemu dengan seorang Bapak-bapak paruh baya, bercerita tentang keinginannya kenapa bisa naik kapal tersebut. Dan ternyata mereka sama-sama orang Jawa Barat. Lewat Bapak inilah, akhirnya beliau bisa tinggal di Kalimantan Barat. Dan beliau bilang, dia lah yang jadi mertua saya hari ini. Saya tercengang mendengarnya.

Menikah dengan putri orang yang dikenal beliau di kapal adalah suatu hal yang kalau dipikirkan oleh kita, luar biasa sekali skenario Tuhan. Bahkan saat menikah beliau tak punya apa-apa. Barulah setelah menikah beliau di minta noreh (red:mencari air getah) dengan penghasilan 300 ribu perbulan. Yah you can imangelah...

Tapi benar janji Allah, bahwa yang menikah akan Allah beri rezeki berlimpah. Setelah kesulitan itu, akhirnya beliau bisa membuka sebuah madrasah diniyah yang tercatat di Kementerian Agama dan memiliki santri kurang lebih 100 orang.

Senyum Bapak itu mengembang saat usai bercerita.

Tinggal aku yang mencerna.

Pertama, Hidup ini tentang survive~bertahan. Yang tak mampu bertahan maka akan punah. Teori ini cukup benar adanya.

Kedua, sesederhana itu kisah manis orang orang tempo dulu. Penerimaan yang tak menuntut dan banyak sekali pelajaran lainnya. Berbeda tentu dengan hari ini, kita lebih sering menolak yang jelas baik dan sehat bagi kita hanya karena perkara selera. Egois bukan?

Tapi percayalah cinta selalu mendatangkan kebahagian lewat hal hal sederhana tak perlu mewah. Dari kisah bapak ini, tentu beliau menemukan sepasang kaki yang mau berjalan meski tanpa alas kaki. Bertahan bersama demi keutuhan rumah tangga. That is amazing, right?

Even, aku suka gemes aja kalau lihat orang meninggikan selera tapi lupa berkaca. Atau dengan entengnya menolak yang baik bagi hidupnya hanya karena alasan yang tidak masuk akal.

Ketiga, ini yang aku suka dari membaca, belajar dari hidup orang lain. Sastrawan Gunawan Muhamad bilang, kesepian yang kita rasakan barangkali karena tak ada tanggung jawab sosial.

...

Semoga tulisan ini mengajarkan kita makna bertahan. Bertahan dari apapun untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

...

Regard

HS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mother's Day is Everyday

Yuk Gabung Komunitas Ikatan Kata

Terimakasih Malang