BerdaMai Dengan Hati

images

Sumber Ilustrasi: google.com

Aku berdiri menatap tajam pada sosok di hadapanku. Air mataku berlahan meluncur, seketika aku tak mampu menahan untuk tidak bicara.

“Kau pikir, menjadi aku nyaman?”

“Aku lebih baik sendiri, tidak memikirkan banyak hal bahkan tidak menyakiti siapapun.”

Aku terus saja menatap tajam sosok di hadapanku meski sesekali aku mengalihkan pandangan karena berusaha menutupi air mataku.

“Ah, kau yakin akan hidup sendiri?” Tiba-tiba saja terdengar suara lembut menjawab ocehanku.

Aku mencari-cari asal suara tersebut. Bahkan sosok di hadapanku ikut serta menoleh, menirukan gayaku. Bukan. Itu bukan suara sosok di hadapanku, buktinya dia juga ikut mencari asal suara tersebut.

“Ya, aku ingin sendiri. Sendiri.” Aku menjawab dengan lantang.

“Sudahlah, berdamai dengan hatimu.”

Aneh, semakin aku melantangkan suaraku, suara itu semakin lembut mengingatkanku. Hingga akhirnya suara itu menghilang saat aku sudah lelah berbicara, mengoceh dan lunglai karena mengeluarkan banyak air mata. Sosok di hadapanku nampak lelah. Kami sama-sama lelah.

Lantas aku berpikir, mencerna apa-apa yang disampaikan suara tadi.

Iya benar aku harus berdamai dengan hatiku, aku harus tahu bahwa aku takkan pernah bisa hidup sendiri. Kau tahu? Sedari tadi, ternyata aku hanya berdebat dengan diriku sendiri. Tak ada sosok yang berdiri di hadapanku, ia hanya pantulan diriku sendiri dan suara itu adalah suara hatiku.

Ah, ternyata selama ini aku yang tak pernah mau berdamai dengan hatiku sendiri, berdamai dengan diri sendiri dan berdamai dengan segala macam masalah. Padahal kalau aku mau BERDAMAI maka akan muncul rasa SYUKUR yang teramat besar dalam hidupku.

Dan bukankah kau tahu? Rasa SYUKURlah yang merupakan sumber untuk terus merasa BAHAGIA.

Komentar

  1. Berdamailah seolah kau menjura kepada Sang Maha Pendamai.

    BalasHapus
  2. kadang kita sering tidak mau berdamai dengan diri sendiri. Terimakasih sudah mau mengunjungi blogku mas. Tensi semangat nulisnya naik turun #sedih

    BalasHapus
  3. Semangat! Fokus di fiksi aja, Han. Sepertinya kamu cocok di genre itu. Terus kembangkan.

    BalasHapus
  4. Karena kedamaian diri kita sendiri yg Menciptakan
    😊

    BalasHapus
  5. Betul mas. Maka berdamailah dengan hati

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mother's Day is Everyday

Yuk Gabung Komunitas Ikatan Kata

Terimakasih Malang