STOPKAN SI"nanti"!
Semenjak menginjakkan kaki di Bumi Khatulistiwa, nampaknya ini postingan pertama diblog. Mulai aktif lagi karena ada bla..bla...and bla...
Pasti pada bertanya-tanya, kenapa judul postingan kali -STOPKAN SI"nanti"! .
Si "nanti" ini pastilah sangat populer dikalangan kita. Ah, siapun pernah dan sering berkenalan dengan dia dalam konteks apapun.
Beberapa waktu lalu, saya dan Mamak saya berbincang-bincang. Di sela-sela percakapan Mamak tiba-tiba nasehatin saya begini.
Jleb banget deh.
Tiba-tiba saya jadi keingat akan sekian banyak hal yang sering terpendingkan. Apalah daya setiap kali akan melakukan hal-hal penting yang deadline cukup jauh dan bahkan yang di depan matapun selalu saja nyeret si "nanti".
Kita ini sering sekali sedikit-sedikit, nantilah, nantilah, nantilah dan nantilah. Bahkan yang paling fatal, hal wajib seperti "SHALAT" acapkali kita selipkan kata nanti untuk mengerjakannya. Hei, apakah kita yang lemah ini tahu kapan usia kita berakhir..
Dibalik itu semua, rasa malaslah yang mendorong kita untuk menundanya. Saya jadi teringat kata-kata "Benjamin Franklin"-You may delay, but time will not...
Ya, kita bisa saja dengan ringan bilang "nanti" dan menunda semua tapi tahukah kelak saat semua sudah berdampak, kita akan sadar bahwa menunda-nunda yang lalu hanyalah kesia-siaan. Dan kita tidak bisa meminta waktu mundur kembali, karena waktu tetaplah berjalan maju.
Maka dari itu, marilah kita STOPKAN SI"nanti"!

Pasti pada bertanya-tanya, kenapa judul postingan kali -STOPKAN SI"nanti"! .
Si "nanti" ini pastilah sangat populer dikalangan kita. Ah, siapun pernah dan sering berkenalan dengan dia dalam konteks apapun.
Beberapa waktu lalu, saya dan Mamak saya berbincang-bincang. Di sela-sela percakapan Mamak tiba-tiba nasehatin saya begini.
"Kak, kalau pengen ini itu, termasuk jodoh. Jangan suka nunda-nunda sesuatu yang harus segera diselesaikan"
Jleb banget deh.
Tiba-tiba saya jadi keingat akan sekian banyak hal yang sering terpendingkan. Apalah daya setiap kali akan melakukan hal-hal penting yang deadline cukup jauh dan bahkan yang di depan matapun selalu saja nyeret si "nanti".
Kita ini sering sekali sedikit-sedikit, nantilah, nantilah, nantilah dan nantilah. Bahkan yang paling fatal, hal wajib seperti "SHALAT" acapkali kita selipkan kata nanti untuk mengerjakannya. Hei, apakah kita yang lemah ini tahu kapan usia kita berakhir..
Dibalik itu semua, rasa malaslah yang mendorong kita untuk menundanya. Saya jadi teringat kata-kata "Benjamin Franklin"-You may delay, but time will not...
Ya, kita bisa saja dengan ringan bilang "nanti" dan menunda semua tapi tahukah kelak saat semua sudah berdampak, kita akan sadar bahwa menunda-nunda yang lalu hanyalah kesia-siaan. Dan kita tidak bisa meminta waktu mundur kembali, karena waktu tetaplah berjalan maju.
Maka dari itu, marilah kita STOPKAN SI"nanti"!

Sumber Ilustrasi; www.pinterest.com
Komentar
Posting Komentar