-TRIP TO AL-FATAH TEMBORO –

SAM_7829.JPGJalan Menuju Pondok Putri Al-Fatah Temboro [Foto:Hani Septiana]

Sebenarnya ini bisa di bilang late post, meskipun nggak super duper late lah. Masih tetap kepingin nge-share dan nulis tentang perjalanannya.

Tanggal 19 Juli 2016 lalu perjalanan dimulai. Saya sengaja ambil rute lewat kota Surabaya, meskipun rute perjalanan bisa ditempuh lewat Kota Batu-Jombang. Karena alasan jalan lewat Kota Batu yang lebih berkelok maka saya pilih Surabaya. Awalnya saya kira lama perjalanan memakan waktu yang sama, ternyata lewat Surabaya lebih jauh. Dan  pas sudah diperjalanan saya baru dapat informasi dari salah seorang sahabat, bahwa lewat Surabaya menuju Madiun itu memang mengambil rute memutar.

Sedikit tips, kalau teman-teman ingin lebih santai, rute Surabaya bisa jadi pilihan.

Rasanya saya kenyang dengan aroma bus dan AC, karena sepanjang perjalanan saya dua kali naik bus. Bus dari Malang singgah di Terminal Bungor Asih dan dilanjutkan naik bus arah Jogjakarta. Ah, ada pengalaman lucu saat memilih bus ke arah Madiun. Saya memang sedikit bingung menentukan bus di terminal besar seperti Bungor Asih, pasalnya banyak sekali bus dengan plang arah yang berbeda. Sejujurnya saya bukan turun di Madiun kota melainkan di Terminal Moespati. Namun karena ini perjalanan pertama ke sana, saya asal masuk bus. Karena saya kira naik bus ke arah Madiun sama saja.

Hampir 10 menit berlalu saya sudah duduk manis di dalam bus yang entah apa namanya, saya lupa. Tiba-tiba perasaan saya nggak nyaman. “Nampaknya ada yang salah.” Saya berpikir dan dengan cepat saya beranjak melompat turun dari bus. Bertanya sana-sini hingga akhirnya naik bus Sugeng Rahayu menuju Moespati.

Perjalanan yang membuat saya bangun-tidur-bangun-tidur ini ternyata memakan waktu kurang lebih 9 jam. Good. Tepat pukul 22.30 saya sampai di Pesantren Al-Fatah Temboro setelah naik ojek dari terminal. Dan aneh saya benar-benar baru menyadari bahwa saya sudah berada di Temboro saat pagi hari [Apa saya tertidur ya sampai turun?] - Efek lelah pemirsa :)

  • Women with Purdah


Hal yang paling membuat saya takjub adalah di sini, di area pondok yang entah luasnya berapa hektar. Kita akan dengan sangat mudah melihat para wanita menggunakan ‘Purdah’ atau Cadar. Saya kira di Indonesia ini yang pakai cadar minim tapi ternyata saya salah. Kesannya super ‘Adem’ lah lihat mereka.

cats.jpgA woman with her Purdah [Foto: Hani Septiana]

  • Amazing Place


Sebenarnya kedatangan saya ke Pesantren Al-Fatah ini sebenarnya untuk menghadiri acara wisuda. Well saya benar-benar takjub sekali. Meski takjub tapi ada perasaan malu, malu sekali. Malu ke siapa? Ke Tuhan. Itu jawabannya. Pas lihat papan banner berisikan daftar nama peserta wisuda mata saya seolah nggak bisa merem. Melek terus bawaannya. Gimana nggak, ini pengalaman saya menghadiri wisuda hafalan Al-qur’an dan hadist. Meski sebelumnya saya pernah menghadiri wisuda akbar hafalan Al-qur’an [Darul Qur’an] di Pare, Kediri. Tapi tetap saja rasanya berbeda.

c

Daftar Nama Wisuda Putri [Foto: Hani Septiana]


Hati saya bagai diiris-iris, saya cemburu dengan mereka yang nyaris mampu menghafal Al-Qur’an lengkap dengan ribuan hadist. Saya seperti dilempar duri “Hei Hani, kemane aje lu selama ini.” Begitulah kira-kira bunyi duri itu. Nancap banget, sampai saya berulang kali beristighfar, tasbih, tahmid, tahlil. Hikmahnya benar-benar luar biasa menghadiri acara di tempat ini.

Ketakjuban saya tidak hanya sampai disitu. Di pesantren yang memiliki jumlah santri yang berkisar kurang lebih 17 ribu ini ternyata memelihara UNTA. Hampir setengah nggak percaya, terakhir saya lihat UNTA di TV sama di Internet dan nggak nyangka lihat langsung jalan depan mata. Sayangnya saya nggak bisa ambil dokumentasi, ah saking takjubnya pemirsa. Bahkan kita bisa lihat kuda seliwaran di jalan dengan bebas.Di sana juga ada arena memanah yang kece badai.

cc

 

Kuda Berjalan-jalan di Area Pesantren [Foto: Hani Septiana]

Saya bahkan menyempatkan diri buat lihat sawah tebu di belakang tempat tinggal. Karena luasnya sawah tebu di sana, maka nggak heran kalau banyak banget yang jualan es tebu. Kalau teman-teman suka es tebu, perlu mengunjungi Temboro. Menurut saya ini alasan kenapa di sana udara dingin. Letak pesantren yang nyaris di bawah kaki gunung buat nggak mau jauh-jauh dari selimut. Mungkin karena saya baru pertama kali ke sana.

ff

 

Pemandangan Sawah Tebu dan Gunung [Foto:Hani Septiana]

Trip saya kali ini nggak cuman dapat adventure,  jauh dari itu, setelah menghabiskan waktu hampir satu minggu di sana. Saya pun kembali lagi ke Malang. Sepanjang perjalanan saya hanya bisa menangis, inilah yang saya katakan bukan sekedar adventure, ada banyak hal yang sangat sulit dijelaskan. Tapi satu hal yang pasti, Saya jadi tergugah hingga saya sadar apa sebenarnya yang kita cari di dunia ini, jika akhiratlah yang lebih kekal. Maka jelas sekali dikatakan dalam Al-Qur’an Surah At-Takasur 1-8 [Lih. Terjemahan] yang masing-masing dari kita bisa menyimpulkan arti hidup sesungguhnya.

Semoga perjalanan ini tidak hanya memberi hikmah bagi saya, tapi juga pembaca. Insya Allah.

Komentar

  1. Aooo,,, nama sy Wahyu, Salam kenal nih bwt mba Hasan.
    Pena bersayap khatulistiwa borneo kayaknya memulai chapter baru nih,,, Ajaklah sy sekali-kali utk melintasi lintang dan bujur pertiwi :D

    BalasHapus
  2. Boleh lah Wahyu Saputri, main-main ke Tanah Khatulistiwa

    BalasHapus
  3. salam, saya mahu bertanya, dari airport Jogyajakarta ke temboro,
    adakah benar,saya ambil bas dari airport ke terminal mospati, seterusnya, ambil ojek dari terminal mospati ke temboro?

    BalasHapus
  4. Saya rencana mau kesana, tapi begitu baca tulisan ini jadi makin gak sabar....

    BalasHapus
  5. Assalamu’alaikum
    Boleh tahu kah berapa lama persisnya perjalanan dari Malang ke Temboro?

    BalasHapus
  6. semoga ada banyak hikmah yang di dapat :)

    BalasHapus
  7. benar rute nya seperti itu. Jangan ambil jurusan terminal madiun, karena akan beda tujuan nantinya mas :)

    BalasHapus
  8. Kurang lebih 8 jam mas. Saya sampai Temboro jam 10 malam waktu itu

    BalasHapus
  9. Kemarin saya sewa rumah kontrak. Di sana banyak yang nyedian jasa kontraka sesuai berpa lamanya di sana

    BalasHapus
  10. kamu ambil penginapan di mana ya? boleh share penginapan bagaimana?

    BalasHapus
  11. maap mbk, klo misal nya mendadak datang apa juga bisa sewa .. misal 2 hari

    BalasHapus
  12. bisa mas, di sana banyak tempat penyewaan tempat tinggal :) dan ga perlu worry, orang-orangnya ramah.

    BalasHapus
  13. Terima kasih ats prkongsiannya. Xsbr mw nyantri d temboro.

    BalasHapus
  14. Sama sama, semoga bermanfaat artikel saya 😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mother's Day is Everyday

Yuk Gabung Komunitas Ikatan Kata

Terimakasih Malang