PENGEDAR AMPLOP COKLAT
Sore-sore tadi beres-beres buku plus kertas-kertas yang numpuk di meja. Pasalnya para buku-buku itu memang mau diungsikan kekardus. Pas lagi asyik mensortir mana yang harus dikirim dulu dan mana yang mau ditinggal, tangan saya tidak dengan sengaja [Baca:Nggak Sengaja] menyentuh sebuah amplop.
Yang pernah jadi jobseeker pasti tahu itu amplop apa. Jangan harap warna amplopnya pink, nampaknya saya juga belum nemuin yang warna pink. Warnanya coklat. Khas bangetlah pokoknya. ®® Eh, bukan amplop surat cinta. Fokus.
Pikiran saya melayang-layang mengingat berbagai pengalaman lucu tentang si amplop ini. Ah, sebut saja ‘Amplop Coklat’. Pengalaman yang menurut saya luar biasa.
Si Amplop Coklat [Foto: Hani Septiana]Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan akan dengan intens berkutat dengan si Amplop ini. Dahulu kala, saat saya masih bahagia dengan status MAHASISWA belum pernah terlintas di pikiran saya bagaimana sesungguhnya zona jobseeker . Yang saya tahu LULUS bisa LANGSUNG KERJA [Seperti di TV-TV itu pemirsa :) ]. Well, semua diluar ekspektasi.
“Oh, begini rasanya cari kerja.” Setiap usai kirim lamaran atau lepas interview muncul lah bisikan seperti itu. Ada banyak kisah menarik yang kadang kalau saya pikir-pikir benar-benar perjuangan.
Pernah disalah satu interview sebut saja di majalah B. Saya memperkenalkan diri dengan penuh keyakinan, namun bukannya seperti interview kebanyakan saya justru diberi wejangan [Kenyang :)] . Saya diceritakan seputar dunia kerja, susah, senangnya kerja. Alhasil saat saya keluar ruangan saya sudah tidak berdaya [Efek ngantuk].
Ada juga nih yang lebih membuat saya aneh sama diri saya sendiri, entah interview yang keberapa tepatnya. Saya lupa. Tapi yang pasti usai interview saya berharap untuk tidak diterima [PD :) amat diterima] meski hasilnya memang tidak diterima. DITOLAK. Alasannya so simple kenapa saya nggak mau keterima kerja di sana [Mungkin kita bisa bicarakan nanti ya :) ].
Yang lebih aneh bin miris, saya dan sahabat saya [FB; Santi Wahyufie Dingsih el-yasir] pernah jalan entah berapa kilo menuju sebuah rumah sakit yang katanya waktu itu membutuhkan banyak tenaga [Maklum rumah sakit baru]. Entahlah kami kerasukan apa, sampai-sampai tawaran becak kami abaikan [Baca; ngirit :)]. Alhasil ditunggu berbulan-bulan tak juga dipanggil interview. Dan itu tandanya harus move up, move on.
Sebenarnya dan sejujurnya ada banyak lagi yang lebih Amazing [Ditunggu ya versi cetakannya].
Si Amplop Coklat ini memang punya ceritanya sendiri buat para fresh graduate. Tanya saja ke sahabat, kerabat, saudara, kakak, adek, nenek, kakek, ayah, ibu atau pasangan anda bagaimana pengalamannya saat jadi fresh graduate dan berkutat dengan lamaran. Meski sekarang lebih banyak lowongan pekerjaan yang mempersilahkan pelamar mengirim CV via email dari pada POS. Pasti akan ada banyak pengalaman menarik dari mereka.
Ah, rasanya nano-nano [Manis, asem, asin] berada di zona ini. Bahkan salah satu sahabat saya bercerita bagaimana dilemanya saat ia di zona jobseeker. Sahabat saya ini setiap kali ke pusat perbelanjaan atau warung selalu mengambil gambar dari setiap kemasan.
Saya juga aneh ngapain kok difoto.
Dia jawab dengan santai. ”Mau kirim lamaran ke perusahaan yang ada dibungkus.”
Saya cuman bisa tepuk jidat sama bilang ‘O panjang’.
Usaha maksimal sahabat saya ini akhirnya berbuah hasil, meski bukan dari perusahan yang dia foto dari berbagai kemasan tapi akhirnya dia diterima kerja disebuah perusahaan.
Dari sekian banyak pengalaman kuncinya memang satu ‘SABAR dan KONSISTEN’. Seperti kata Zage Zaglar “Kadang-kadang orang gagal, bukan karena kurang mampu akan tetapi karena kurang konsisten.
Sekedar tips untuk para fresh graduate atau siapapun, buat ngelamar kerja di mana saja modal IPK saja nggak cukup, modal relasi juga nggak cukup, modal tampang juga nggak cukup, modal organisasi atau segudang prestasi juga belum cukup.
Yang paling penting kuatkan hati dan teguhkan prinsip serta banyak-banyak berdoa. Renungi semuanya baik-baik. Karena saat ini ‘JOB’ itu ibarat satu Ikan Koi yang hidup di sebuah kolam dan yang mancing banyak banget. Yang mancing siapa? Ya kita para lulusan sarjana. Itulah kita hari ini.
Ilustrasi [Instagram Yusrina Sri]Maka meski kita BEKERJA tetaplah HARUS KITA MENCIPTAKAN LAPANGAN PEKERJAAN.
Begitulah cerita Si Amplop Coklatku, Kalau kamu?
Begitu yah rasanya..
BalasHapusBerasa Nano-nano [Rame rasanya]. Mungkin bisa dicoba :)
BalasHapus